Jendelasulut.com — Di tengah hiruk pikuk dunia sepak bola profesional yang sering kali diwarnai intrik dan kepentingan sesaat, muncul secercah harapan dari lapangan hijau usia dini. Tim SSB Wiraprima U-11, dengan semangat membara, berhasil meraih juara 3 dalam ajang FOSMI Cup 2025. Sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis yang mendalam.
Joune Ganda, Ketua Asprov PSSI Sulut sekaligus Bupati Minahasa Utara, menyatakan dukungannya dengan penuh kebanggaan. Ia memandang prestasi ini sebagai investasi jangka panjang bagi sepak bola Sulawesi Utara. “Kami sangat bangga dengan pencapaian ini,” kata beliau. “Ini adalah bukti bahwa pembinaan usia dini yang terstruktur dan berkelanjutan akan membuahkan hasil yang positif.”
Lebih dari sekadar olahraga, sepak bola adalah wadah pembentukan karakter. Di usia 11 tahun, para pemain SSB Wiraprima tidak hanya belajar tentang teknik dan taktik, tetapi juga tentang kerja sama tim, disiplin, sportivitas, dan rasa hormat. Nilai-nilai ini akan menjadi fondasi penting bagi mereka dalam menghadapi tantangan hidup di masa depan.
Wakil Ketua Asprov PSSI Sulut, Hengky Kawalo, saat menyambut tim di bandara Sam Ratulangi, menyampaikan pesan dari Joune Ganda. “Pak Ketua menitipkan uang saku sebagai bentuk apresiasi dan dukungan. Jangan dilihat nilainya, tetapi lihatlah perhatian dan dukungan penuh yang diberikan,” tuturnya.
Prestasi SSB Wiraprima U-11 tidak datang begitu saja. Ini adalah hasil dari kerja keras para pemain, pelatih, orang tua, dan dukungan dari berbagai pihak. Asprov PSSI Sulut menyadari pentingnya membangun ekosistem sepak bola yang berkelanjutan, mulai dari tingkat akar rumput hingga profesional.
“Salah satu agenda prioritas kami adalah mendorong setiap Askab dan Askot untuk melahirkan dan mencetak pesepakbola sejak dini,” tegas Kawalo. “Kami berharap kolaborasi yang efektif dan berkelanjutan akan terus terjalin antara pemerintah, PSSI, serta pihak-pihak lainnya untuk pembinaan dan mencari bibit baru pesepakbola di daerah ini.”
Di balik kesuksesan SSB Wiraprima, terdapat nama-nama pahlawan muda yang patut diapresiasi: Surya M. C. Thalib, Lhiongjhu S. Tember, Afzar A. Labaduri, Satria B. Simons, Ibrahim Tunuu, Hendro C. Lasut, Neymar Pangemanan, dan Deva Siging. Mereka adalah representasi dari harapan dan potensi sepak bola Sulawesi Utara.
SSB Wiraprima telah hadir di blantika sepak bola Minahasa Utara sejak tahun 1989. Kini, mereka tergabung dalam Askab PSSI Minut. Perjalanan panjang ini menjadi bukti komitmen dan dedikasi untuk mengembangkan sepak bola usia dini di daerah tersebut.
Prestasi tim SSB Wiraprima U-11 adalah momentum penting bagi pengembangan sepak bola usia dini di Sulawesi Utara. Lebih dari sekadar trofi, kemenangan ini adalah simbol harapan, investasi masa depan, dan pembentukan karakter. Dengan dukungan penuh dari Asprov PSSI Sulut dan seluruh pihak terkait, diharapkan akan lahir lebih banyak lagi bibit-bibit unggul yang akan mengharumkan nama daerah di kancah nasional dan internasional.