Jendelasulut.com — Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Yos Sudarso-353, salah satu elemen penting dari Komando Armada (Koarmada) II TNI Angkatan Laut, hari ini akan bersandar di Dermaga Samuel Languyu, Satrol Kodaeral VIII Bitung, Sulawesi Utara pada hari Selasa, 11 November 2025. Kehadiran kapal perang jenis Fregat (Van Speijk) ini bukan hanya sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah simbol penguatan eksistensi TNI AL dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan Indonesia, khususnya di wilayah kerja Kodaeral VIII yang berbatasan langsung dengan Filipina.
“Letkol Laut (P) Rudi Tandirerung SH, Kadispen Kodaeral VIII Manado, menyampaikan bahwa Komandan KRI Yos Sudarso-353, Kolonel Laut (P) Nyoman Gede Pradnyana Ari Setiabudi, menyatakan kehadiran kapal yang ia komandani adalah bagian dari proyeksi Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) TNI AL. Lebih lanjut, Kolonel Nyoman menjelaskan, ‘Kami hadir untuk memastikan keamanan maritim dari berbagai potensi ancaman, mulai dari kejahatan transnasional, illegal fishing, hingga ancaman keamanan maritim lainnya. Selain itu, kami juga akan melaksanakan patroli rutin di wilayah perbatasan dan pemantauan di ALKI II.’
Kedatangan KRI Yos Sudarso-353 disambut meriah oleh Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla yang diwakili oleh Asintel Dankodaeral VIII, pejabat utama Kodaeral VIII, serta Forkopimda Kota Bitung. Dijadwalkan berada di Bitung selama tiga hari, kehadiran KRI ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara unsur laut, pangkalan pendukung, dan pemerintah daerah dalam menciptakan stabilitas keamanan maritim.
Namun, kehadiran KRI Yos Sudarso-353 di Bitung tidak hanya berfokus pada aspek keamanan. Lebih dari itu, kapal perang ini juga membawa misi penting dalam mendukung pengembangan generasi muda maritim Indonesia.
Dukungan untuk Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI)
Salah satu agenda utama KRI Yos Sudarso-353 selama berada di Bitung adalah memberikan dukungan optimal dalam kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun 2025 yang diselenggarakan di wilayah Kodaeral VIII pada tanggal 14-16 November 2025. KKRI, sebagai organisasi kepemudaan di bawah binaan Kementerian Pertahanan dan TNI, memiliki peran strategis dalam pembinaan karakter, kedisiplinan, dan jiwa kepemimpinan bagi generasi muda.
“Kami akan memberikan dukungan penuh dalam kegiatan KKRI, meliputi pembinaan, edukasi kemaritiman, pengenalan alutsista, serta pelatihan dasar kedisiplinan dan kepemimpinan. Kami berharap, melalui kegiatan ini, para kadet dapat semakin mencintai laut dan memiliki semangat untuk menjaga kedaulatan maritim Indonesia,” kata Kolonel Laut (P) Nyoman Gede Pradnyana Ari Setiabudi.
Diplomasi dan Silaturahmi di Geladak KRI
Sebagai bagian dari upaya diplomasi internal dan penguatan kerja sama strategis, KRI Yos Sudarso-353 juga akan menyelenggarakan Cocktail Party/Gala Dinner di geladak kapal. Acara ini akan dihadiri oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara, serta Forkopimda Kota Bitung.
Open Ship: Membuka Diri untuk Masyarakat
Tidak ketinggalan, KRI Yos Sudarso-353 juga akan membuka diri untuk masyarakat umum melalui kegiatan Open Ship. Kesempatan ini memungkinkan masyarakat, terutama generasi muda dan pelajar, untuk mengenal lebih dekat kapal perang dan tugas TNI AL. Pengunjung dapat melihat langsung persenjataan, mempelajari sejarah kapal, dan memahami fungsinya dalam menjaga keamanan negara.
“Kami berharap, melalui kegiatan Open Ship ini, masyarakat dapat semakin memahami peran TNI AL dalam menjaga kedaulatan negara dan menumbuhkan semangat maritim serta nasionalisme,” pungkas Kolonel Laut (P) Nyoman Gede Pradnyana Ari Setiabudi.
Kehadiran KRI Yos Sudarso-353 di Bitung adalah bukti nyata komitmen TNI AL dalam menjaga keamanan maritim Indonesia dan mendukung pengembangan generasi muda maritim. Ini adalah investasi penting untuk masa depan bangsa yang lebih baik.
ᴾᵉⁿᵘˡⁱˢ⠃ ᴿᵘᵏᵐⁱⁿᵗᵒ ᴿᵃᶜʰᵐᵃⁿ