Minut, jendelasulut.com — Pembukaan Likupang Tourism Festival di Pantai Pall Marinsow, Minahasa Utara, sukses digelar Jumat, 30 Mei 2025. Ribuan pengunjung memadati pantai untuk menyaksikan beragam atraksi dan kegiatan yang disuguhkan. Suksesnya acara ini tak lepas dari persiapan matang yang dilakukan panitia, termasuk dalam hal keamanan dan kesehatan para pengunjung.
Demi menjamin keselamatan dan kesehatan pengunjung selama festival berlangsung, Dinas Kesehatan Minahasa Utara mengerahkan tiga unit ambulans lengkap dengan tenaga medis. Setiap ambulans dilengkapi dengan satu dokter, dua tenaga kesehatan (nakes), dan seorang sopir. Kehadiran tim medis ini memastikan respon cepat terhadap segala kejadian darurat medis yang mungkin terjadi.
Kepala Puskesmas Mubune, dr. Diana, dalam keterangannya kepada jendelasulut.com menjelaskan bahwa tiga puskesmas turut dilibatkan dalam pengamanan kesehatan festival, yakni Puskesmas Kema, Puskesmas Likupang, dan Puskesmas Mubune. Ketiga puskesmas ini beroperasi penuh di lokasi festival sejak pukul 05.00 WITA hingga acara berakhir. Kehadiran mereka memberikan akses mudah dan cepat bagi pengunjung yang membutuhkan pertolongan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, dr. Stela Safitri, M.Kes., melalui pesan WhatsApp menyampaikan apresiasinya atas kerja keras seluruh tim medis yang terlibat. Ia menekankan pentingnya prioritas kesehatan dan keselamatan pengunjung dalam setiap acara besar seperti Likupang Tourism Festival. “Kami berkomitmen untuk memastikan setiap pengunjung merasa aman dan nyaman selama menikmati festival,” ujarnya.
Suksesnya penyelenggaraan Likupang Tourism Festival tidak hanya dilihat dari segi jumlah pengunjung, tetapi juga dari kesiapan dan komitmen penyelenggara dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Hal ini menunjukkan keseriusan Bupati Minahasa Utara, Joune J. E. Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, dan Wakil Bupati Minahasa Utara, Kevin W. Lotulung, SH, M.H, dalam mengembangkan sektor pariwisata sambil tetap memprioritaskan keselamatan dan kesehatan masyarakat. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan event-event besar lainnya di Sulawesi Utara.