Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Perang Lawan Stunting di Minahasa Utara: 8 Desa di Wori Terima Bantuan Ayam Petelur untuk Protein Keluarga

32
×

Perang Lawan Stunting di Minahasa Utara: 8 Desa di Wori Terima Bantuan Ayam Petelur untuk Protein Keluarga

Sebarkan artikel ini

Wori, jendelasulut.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pangan menyalurkan bantuan ternak ayam petelur kepada delapan desa rawan pangan di wilayah Kecamatan Wori. Penyerahan bantuan dipusatkan di Balai Desa Tiwoho pada Jumat (6/11/2026), dan menjadi perhatian publik karena menyasar langsung persoalan kerawanan pangan serta upaya pencegahan stunting di tingkat desa.

Bantuan tersebut diserahkan oleh Bupati Minahasa Utara Dr. Joune James Esau Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, S.H., M.H., melalui Kepala Dinas Pangan Kabupaten Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, S.STP., M.A.P. Kedelapan desa yang menerima bantuan merupakan desa yang teridentifikasi rawan pangan di Kecamatan Wori.

Kepala Dinas Pangan Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk intervensi strategis pemerintah daerah dalam mengatasi kerawanan pangan dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Menurutnya, program ini tidak sekadar membagikan bibit ternak, tetapi dirancang sebagai stimulan berkelanjutan yang menyentuh aspek ekonomi, gizi, dan pemberdayaan masyarakat.

“Tujuan utama program ini adalah meningkatkan kemandirian ekonomi desa, mengubah desa rawan pangan menjadi desa produktif dengan memberdayakan kelompok tani atau peternak lokal, serta membantu menekan angka stunting melalui pemenuhan kebutuhan gizi harian keluarga secara mandiri,” ujar Asriyadi.

Ia menegaskan bahwa agar program peternakan ini berkelanjutan, Dinas Pangan tidak hanya memberikan bibit ayam petelur yang produktif. Pemerintah juga menyediakan satu paket stimulan yang meliputi pembuatan kandang, penyediaan pakan berkualitas untuk tahap awal, serta vitamin dan obat-obatan ternak. Dengan demikian, kelompok penerima dapat langsung menjalankan usaha peternakan ayam petelur tanpa harus memikirkan kebutuhan dasar operasional di awal.

Pada kesempatan itu, Asriyadi yang juga mantan Kepala Bagian Protokol Pemkab Minahasa Utara ini menjelaskan tugas pokok Dinas Pangan. Menurutnya, Dinas Pangan menyelesaikan persoalan pangan di hilir, sedangkan persoalan di hulu menjadi bagian tugas Dinas Pertanian. Pembagian peran ini penting agar program ketahanan pangan berjalan terintegrasi dan tidak tumpang tindih.

“Ayam petelur ini nantinya diharapkan bisa mendukung kemandirian pangan untuk masyarakat agar semakin sehat dengan asupan protein bergizi berupa telur ayam. Adanya kelompok ternak ini juga diharapkan dapat menambah kesejahteraan masyarakat,” pungkas Asriyadi.

Camat Wori, Oktavianus Jus Mayuntu, S.STP., M.A.P., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati, melalui Dinas Pangan, yang telah menyalurkan bantuan ayam petelur kepada delapan desa rawan pangan di wilayah Kecamatan Wori. Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat penerima, terutama dalam menyediakan sumber protein murah dan mudah diakses.

Program ini menjadi sorotan karena menggabungkan upaya penanganan kerawanan pangan, penguatan ekonomi desa, dan penurunan angka stunting dalam satu pendekatan. Dengan adanya kelompok ternak ayam petelur di desa-desa rawan pangan, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga pelaku produktif yang mampu mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan. Ke depan, keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada pendampingan, konsistensi kelompok, serta dukungan lintas sektor antara Dinas Pangan, Dinas Pertanian, dan pemerintah kecamatan.

(Rinto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *