Scroll untuk baca artikel
NasionalNews

Prabowo Subianto Lantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid III Bergulir

237
×

Prabowo Subianto Lantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Reshuffle Kabinet Merah Putih Jilid III Bergulir

Sebarkan artikel ini

Jendelasulut.com — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik pengamat politik Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) yang baru. Acara pelantikan berlangsung khidmat di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (17/9/2025) sore. Penunjukan Qodari menjadi bagian penting dari agenda perombakan (reshuffle) Kabinet Merah Putih jilid ketiga yang tengah dilakukan oleh Presiden Prabowo.

“Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara bahwa saya dalam menjalankan tugas dan jabatan akan menjunjung tinggi etika dan jabatan bekerja sebaik-baiknya dan penuh tanggung jawab,” ucap Presiden Prabowo yang diikuti oleh para menteri dan kepala badan yang turut dilantik dalam kesempatan tersebut.

Penunjukan Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan dinilai sebagai langkah strategis sekaligus memberikan kejutan dalam konstelasi politik nasional saat ini. Qodari, yang dikenal luas sebagai Direktur Eksekutif lembaga survei Indo Barometer, selama ini dikenal publik karena analisis-analisisnya yang tajam dan mendalam mengenai berbagai isu politik dan sosial di Indonesia.

Profil Singkat Muhammad Qodari

Muhammad Qodari adalah seorang intelektual dan pengamat politik yang lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada tanggal 15 Oktober 1973. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana (S1) di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1997. Kemudian, ia melanjutkan studinya dan meraih gelar Magister (S2) dari University of Essex di Inggris pada tahun 2002, serta gelar doktor (S3) dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun 2007.

Sebelum menduduki jabatan strategis di pemerintahan, Qodari telah malang melintang di berbagai lembaga riset dan survei. Ia mengawali kariernya di Institut Studi Arus Informasi (ISAI) pada tahun 1999 selama tiga tahun. Setelah menyelesaikan program S2-nya, ia bergabung dengan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) sebagai peneliti pada tahun 2002.

Pada tahun 2003, Qodari dipercaya untuk memimpin Lembaga Survei Indonesia (LSI) sebagai Direktur. Kemudian, pada tahun 2005, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif Lingkaran Survei Indonesia (LSI). Pengalaman yang luas di berbagai lembaga riset ini kemudian mendorong Qodari untuk mendirikan lembaga riset sendiri pada tahun 2006 yang diberi nama Indo Barometer (IB). Lembaga ini fokus pada kajian perilaku sosial-politik masyarakat Indonesia dan telah menjadi salah satu sumber informasi penting bagi para pengamat dan pembuat kebijakan.

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Qodari telah menjabat sebagai Wakil Kepala KSP sejak 21 Oktober 2024. Ia ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 137/P Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Staf Kepresidenan. Selama menjabat sebagai Wakil Kepala KSP, ia mendampingi Letjen TNI (Purn) Anto Mukti Putranto dalam menjalankan tugas-tugas kepresidenan.

Pelantikan Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan ini menandai babak baru dalam karier politiknya dan diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *