Scroll untuk baca artikel
ManadoMinahasa UtaraNews

Semangat Patriotisme 80 Tahun Peristiwa Merah Putih, Bupati Joune Ganda Hadir dengan Busana Adat

231
×

Semangat Patriotisme 80 Tahun Peristiwa Merah Putih, Bupati Joune Ganda Hadir dengan Busana Adat

Sebarkan artikel ini

MANADO, JENDELASULUT.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menggelar upacara khidmat dalam rangka puncak peringatan 80 tahun Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946. Acara yang berlangsung di Lapangan Sario, Manado, pada Sabtu (14/2/2026) ini menjadi momen sakral untuk mengenang heroisme para pejuang kemerdekaan di Bumi Nyiur Melambai .

Tampak hadir dalam upacara tersebut sejumlah kepala daerah, salah satunya adalah Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda. Kehadiran orang nomor satu di Minut ini menjadi perhatian, di mana ia tampil mengenakan busana adat Minahasa yang megah dan gagah sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai patriotisme yang diwariskan para pejuang .

Momen kedatangan Joune Ganda pun mencatatkan kesan tersendiri. Ia tercatat sebagai kepala daerah pertama yang tiba di lokasi upacara, jauh sebelum jadwal dimulai. Sikap disiplin dan apresiasi tinggi terhadap waktu ini dinilai sebagai bentuk penghormatan paling dasar terhadap pengorbanan para pahlawan yang telah bertempur 80 tahun silam .

Mengenang Peristiwa Heroik 14 Februari 1946

Peristiwa Merah Putih merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa, khususnya di Sulawesi Utara. Pada 14 Februari 1946, para pemuda dan anggota KNIL yang pro-Republik melancarkan serangan terhadap markas Belanda/NICA di Teling, Manado . Puncak perlawanan tersebut ditandai dengan aksi heroik perobekan warna biru pada bendera Belanda (merah-putih-biru), sehingga hanya menyisakan warna Merah Putih yang kemudian berkibar dengan gagah di atas gedung tangsi militer Belanda .

Momen ini membuktikan kepada dunia bahwa Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 didukung oleh seluruh rakyat Indonesia, tidak hanya di Jawa dan Sumatera seperti yang dipropagandakan Belanda .

Bagi Bupati Joune Ganda, kehadirannya dalam upacara ini bukan sekadar memenuhi undangan protokol, melainkan sebuah pernyataan sikap. Ia mengapresiasi langkah Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, yang tidak hanya menggelar upacara, tetapi juga merangkaikannya dengan berbagai kegiatan seperti kejuaraan nasional panahan. Menurutnya, hal ini mampu memperkuat kesadaran generasi masa kini akan nilai-nilai perjuangan .

“Peringatan seperti ini bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga mendorong masyarakat meneladani keberanian, persatuan, dan dedikasi para pejuang dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Joune Ganda di sela-sela acara .

Semangat kesetiaan kepada Republik yang ditekankan dalam amanat upacara, diterjemahkan oleh Joune Ganda melalui etos kerja dan integritas kepemimpinan di Minahasa Utara. Kehadirannya didampingi jajaran pemerintah daerah turut memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjaga nilai sejarah sekaligus membangun masa depan daerah yang lebih baik .

Aspek Keterangan
Nama Peristiwa Peristiwa Merah Putih 14 Februari 1946

Lokasi Manado, Sulawesi Utara (Pusat di Markas Teling)

“Makna Peristiwa Perlawanan rakyat Sulawesi Utara untuk mempertahankan kemerdekaan dan membuktikan bahwa Proklamasi 17 Agustus 1945 berlaku untuk seluruh Indonesia Momen Simbolis Perobekan warna biru pada bendera Belanda (Merah-Putih-Biru) menjadi Merah Putih”.

Selain upacara, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan penyerahan hadiah kepada para juara kejuaraan panahan tingkat nasional tahun 2026. Momen tersebut menjadi simbol bahwa semangat kompetisi sehat dan nasionalisme dapat berjalan beriringan dalam mengisi kemerdekaan .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *