Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Asisten I Buka Seleksi Paskibraka Minut 2026: “Tidak Ada Titipan, Semua Murni Hasil Usaha Sendiri”

89
×

Asisten I Buka Seleksi Paskibraka Minut 2026: “Tidak Ada Titipan, Semua Murni Hasil Usaha Sendiri”

Sebarkan artikel ini

Minahasa Utara – Sebanyak 70 remaja pilihan dari 14 sekolah menengah atas se-Kabupaten Minahasa Utara (Minut) berkumpul di Pendopo Pemkab Minut pada Rabu pagi (15/04/2026). Wajah-wajah tegang namun bersemangat itu bukanlah untuk sekadar mengikuti lomba baris-berbaris biasa. Mereka adalah para calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat kabupaten yang akan bertugas pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara secara resmi membuka seleksi Paskibraka 2026, dan sejak awal telah menegaskan satu komitmen yang langsung menjadi sorotan publik: tidak ada sistem titipan, tidak ada jalur belakang, semuanya murni berdasarkan kemampuan.

Pembukaan seleksi yang berlangsung khidmat itu dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Minut, Umbase Mayuntu, S.Sos, M.Si, yang hadir mewakili Bupati Minahasa Utara. Turut mendampingi, Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Styvi Watupongoh, SIP, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Minut, Sammy Ch. Rompis, AP, S.Sos.

Dalam laporan awal, Sammy Rompis mengingatkan bahwa menjadi Paskibraka bukanlah sekadar soal ketegangan otot saat berbaris atau keindahan kostum. “Ini adalah wadah kaderisasi calon pemimpin bangsa. Tujuannya membentuk putra-putri daerah yang berkarakter Pancasila, memiliki rasa cinta tanah air yang kuat, serta siap mengemban tugas mulia mengibarkan duplikat bendera pusaka pada 17 Agustus mendatang,” ujar Sammy di hadapan para peserta dan tim seleksi.

✅ Sistem Digital yang Transparan

Salah satu perubahan paling mendasar dalam seleksi tahun ini adalah sistem pendaftaran. Jika tahun-tahun sebelumnya masih ditemui celah “rekayasa administrasi”, kini Pemerintah Kabupaten Minut bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menerapkan sistem pendaftaran mandiri dan digital. Seluruh calon peserta wajib mendaftar melalui aplikasi atau situs resmi BPIP.

Hasilnya, dari 110 siswa yang mendaftar secara daring, hanya 74 orang yang dinyatakan lolos verifikasi administrasi. Namun pada hari pertama pembukaan, 70 peserta yang hadir—terdiri dari 25 putra dan 45 putri—siap mengikuti serangkaian tes yang akan berlangsung ketat selama beberapa hari ke depan.

Empat peserta yang tidak hadir tanpa keterangan resmi dinyatakan gugur.

✅ Teguran Keras: Tidak Ada Titipan!

Sesi yang paling dinanti sekaligus menjadi perhatian publik adalah sambutan Asisten I, Umbase Mayuntu. Dengan tegas dan tanpa basa-basi, ia menyampaikan peringatan keras kepada seluruh pihak—baik peserta, orang tua, hingga tim seleksi.

“Kelulusan dalam seleksi ini adalah murni hasil usaha, kesiapan, dan kemampuan masing-masing peserta. Tidak ada titipan! Tidak ada siapa pun yang bisa mengintervensi proses ini,” tegas Umbase dengan nada tinggi yang menggema di ruang pendopo.

Ia menambahkan bahwa seluruh hasil penilaian dapat diakses secara langsung oleh peserta melalui portal resmi BPIP. “Lihat sendiri, bandingkan sendiri. Jika ada kejanggalan, laporkan. Kami jamin transparansi penuh,” imbuhnya.

Pernyataan tegas ini sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Minut serius memberantas praktik “ordal” (orang dalam) yang kerap membayangi seleksi Paskibraka di berbagai daerah di Indonesia.

✅ Tim Seleksi Profesional, Fisik dan Mental Diuji

Umbase juga berpesan kepada tim seleksi yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, Dinas Pemuda dan Olahraga (DPPOI), tenaga kesehatan, hingga para akademisi untuk bekerja secara profesional dan tidak terpengaruh tekanan dari pihak mana pun.

✅ Rangkaian tes yang akan dilalui para peserta pun tergolong berat dan komprehensif:

· Hari pertama: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dan Tes Intelegensi Umum (TIU). Keduanya menjadi penyaring awal apakah calon Paskibraka benar-benar memahami ideologi bangsa dan memiliki kapasitas intelektual yang mumpuni.

· Tahap selanjutnya: Tes kesehatan menyeluruh (termasuk buta warna dan kondisi jantung), parade, Peraturan Baris Berbaris (PBB), kesamaptaan jasmani (lari, push-up, sit-up, pull-up), hingga wawancara mendalam yang menggali kepribadian, motivasi, dan integritas.

✅ Hanya 34 Terbaik yang Terpilih

Dari 70 peserta yang bertarung saat ini, pemerintah kabupaten hanya akan menjaring 34 orang terbaik—komposisi 17 putra dan 17 putri. Artinya, lebih dari separuh peserta akan gugur di tengah jalan. Angka ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan dan betapa seleksi ini benar-benar mengedepankan kualitas, bukan kuantitas.

✅ Penutup yang Penuh Makna

Acara pembukaan ditutup dengan tertib. Para peserta berdiri tegak, menyanyikan lagu kebangsaan, dan mengikuti arahan protokoler dengan disiplin tinggi. Suasana haru dan penuh tekad menyelimuti ruangan. Bagi mereka, langkah pertama menuju mimpi mengibarkan bendera merah putih di tingkat kabupaten telah dimulai—tanpa titipan, tanpa kecurangan, hanya mengandalkan kerja keras dan hati yang bersih.

Publik Minahasa Utara kini menanti siapa saja yang akan lolos dan layak menyandang gelar kebanggaan sebagai Paskibraka Duta Pancasila. Satu hal yang pasti: tahun ini, hanya yang terbaik yang akan berdiri di lapangan kehormatan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *