Scroll untuk baca artikel
Minahasa UtaraNews

Langkah Nyata Bupati Minut Jaga Stabilitas Ekonomi: Stok Beras Murah Hadir di Mall Pelayanan Publik

929
×

Langkah Nyata Bupati Minut Jaga Stabilitas Ekonomi: Stok Beras Murah Hadir di Mall Pelayanan Publik

Sebarkan artikel ini

Minut — Harga bahan pokok, khususnya beras, beberapa pekan terakhir menjadi perhatian utama warga Minahasa Utara (Minut). Fluktuasi yang cenderung naik di pasar tradisional membuat banyak kepala keluarga mengeluh. Merespons situasi itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Pangan bergerak cepat. Langkah nyata pun diambil: menyediakan stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pusat keramaian, tepatnya di Mall Pelayanan Publik (MPP) Minahasa Utara.

Bukan tanpa alasan. Lokasi strategis itu dipilih agar masyarakat yang sedang mengurus keperluan administrasi kependudukan, perizinan, atau layanan publik lainnya sekaligus bisa membawa pulang stok pangan murah. Satu lokasi, dua kebutuhan terpenuhi.

Arahan Bupati: Antisipasi Harga Beras yang Melonjak ✔

Kepala Dinas Pangan Minut, Asriyadi Lalompo, yang akrab disapa Aci Lalompoh, menjelaskan bahwa program ini adalah tindak lanjut langsung dari perintah dan arahan Bupati Joune Ganda. “Kegiatan ini sesuai arahan dan perintah langsung Pak Bupati dalam mencermati harga beras yang cenderung naik,” ujarnya kepada awak media di kantor MPP Minahasa Utara, Selasa (12/5/2025).

Menurut Lalompoh, arahan tersebut muncul sebagai bentuk kepekaan pemerintah terhadap kekhawatiran warga. Pasar tradisional memang kerap mengalami gejolak harga menjelang musim tertentu. Dengan adanya stok SPHP, pemerintah ingin memberikan opsi stabil bagi masyarakat.

Harga Sangat Kompetitif, Kualitas Tetap Baik ✔

Yang membuat program ini disambut positif warga adalah harga yang ditawarkan. Tidak tanggung-tanggung, beras dengan kualitas baik bisa ditebus hanya Rp58.000 per kemasan 5 kilogram. Angka itu jauh di bawah harga pasar yang bisa mencapai Rp70.000 hingga Rp80.000 untuk kualitas serupa.

“Kami mengerti kondisi di lapangan. Itulah sebabnya kami memangkas jalur distribusi agar masyarakat bisa mendapatkan harga yang sangat kompetitif. Di MPP, warga bisa menebus beras kualitas baik hanya dengan Rp58.000 per 5 kg,” jelas Lalompoh dengan tegas.

Dengan pemotongan rantai distribusi, beras SPHP disalurkan langsung dari Bulog ke titik layanan tanpa melalui perantara. Efisiensi itulah yang membuat harga bisa ditekan.

Regulasi Ketat: Satu KTP Maksimal 5 Sak ✔

Agar program tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oknum untuk aksi borong, Dinas Pangan Minut menerapkan aturan yang cukup ketat. Setiap pembeli wajib menunjukkan identitas diri. Ketentuan lengkapnya:

· Wajib menyertakan KTP sebagai syarat transaksi.
· Maksimal 5 sak (25 kilogram) untuk satu KTP.
· Diutamakan bagi masyarakat umum Kabupaten Minahasa Utara.

Aturan ini sengaja dibuat untuk memastikan distribusi berlangsung adil. Dengan pembatasan jumlah, diharapkan lebih banyak keluarga bisa menikmati beras murah ini.

Bukan Sekadar Jualan Biasa, Tapi Kehadiran Negara ✔

Lebih dari sekadar aktivitas perdagangan, Lalompoh menegaskan bahwa kehadiran stand beras SPHP ini adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga. “Ini bukan sekadar jualan biasa. Ini bentuk kehadiran negara untuk memastikan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga tetap terjaga,” tegasnya.

Menurutnya, program ini juga merupakan salah satu strategi pengendalian inflasi daerah. Ketika harga beras stabil di satu sisi, maka efek berantai ke komoditas lain pun ikut terkendali. Inflasi yang rendah menjaga daya beli masyarakat tetap kuat.

Harapan: Masyarakat Bijak Berbelanja ✔

Di akhir pernyataannya, Aci Lalompoh mengajak seluruh masyarakat Minut untuk memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan. “Kami mengajak seluruh Bapak/Ibu di Minahasa Utara untuk memanfaatkan fasilitas ini. Mari belanja dengan bijak sesuai kebutuhan. Ini bagian dari strategi kami menekan inflasi daerah,” pungkasnya.

Dengan hadirnya stok beras murah di MPP, warga Minut kini tak perlu gelisah menghadapi harga beras yang melambung. Cukup datang ke pusat pelayanan publik, urus administrasi selesai, bawa pulang beras berkualitas. Satu langkah sederhana namun berdampak besar untuk stabilitas ekonomi keluarga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *