Minut, jendelasulut.com — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar apel kesiapsiagaan pemadaman kebakaran di Kantor Kecamatan Dimembe, Senin (12/10/2026). Kegiatan ini menjadi perhatian publik karena menyangkut keselamatan warga dan kelestarian lingkungan di kawasan kaki Gunung Klabat yang memiliki potensi ancaman kebakaran.
Apel tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan serta para relawan dari seluruh wilayah Kecamatan Dimembe. Kehadiran berbagai pihak dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan menghadapi situasi darurat, khususnya kebakaran yang dapat meluas jika tidak ditangani secara cepat dan terkoordinasi.
Apel kesiapsiagaan dipimpin Kepala BPBD Minahasa Utara, Theo Lumingkewas, didampingi Camat Dimembe, David Talumantak. Pelaksanaan apel difokuskan pada kesiapan personel dan relawan, sekaligus memperkuat koordinasi lintas unsur dalam mengantisipasi serta menangani potensi kebakaran di kawasan kaki Gunung Klabat.
Dalam arahannya, Theo Lumingkewas menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi yang baik, kerja sama seluruh pihak, serta kecepatan bertindak agar api dapat dikendalikan sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Apel ini merupakan langkah untuk memastikan seluruh personel dan relawan siap menghadapi kondisi darurat kebakaran. Kami mengajak semua pihak meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi, serta bergerak cepat dan tepat dalam melakukan penanganan di lapangan,” ujar Theo.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, seluruh unsur yang terlibat dapat memahami pentingnya kesiapan menghadapi keadaan darurat. Kesiapan itu tidak hanya menyangkut jumlah personel dan peralatan, tetapi juga kemampuan merespons laporan kebakaran secara cepat serta melakukan penanganan sesuai kondisi di lapangan.
Sementara itu, Camat Dimembe, David Talumantak, menyampaikan bahwa keterlibatan pemerintah kecamatan dan para relawan dalam apel tersebut merupakan wujud komitmen bersama untuk mengantisipasi ancaman kebakaran di kawasan kaki Gunung Klabat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko kebakaran.
“Melalui apel kesiapsiagaan ini, kami ingin memastikan seluruh unsur di Kecamatan Dimembe siap bergerak apabila terjadi kebakaran. Kami juga mengajak pemerintah desa, relawan, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta saling berkoordinasi agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas,” ungkap David.
David juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga diminta tidak membakar sampah maupun lahan secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Selain itu, masyarakat diimbau segera melaporkan kepada pemerintah setempat atau petugas terkait apabila menemukan titik api. Langkah pelaporan sejak dini dinilai penting agar petugas dapat segera melakukan pemeriksaan dan penanganan sebelum api menyebar ke wilayah yang lebih luas.
Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab BPBD maupun pemerintah kecamatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif pemerintah desa, relawan, dan masyarakat. Kewaspadaan bersama menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko kebakaran serta melindungi lingkungan dan permukiman warga.
Apel kesiapsiagaan ini juga menjadi penanda bahwa pemerintah daerah tidak ingin lengah terhadap potensi bencana, terutama kebakaran yang kerap dipicu oleh kelalaian manusia dan kondisi lingkungan. Dengan melibatkan relawan dari seluruh wilayah Kecamatan Dimembe, diharapkan terbangun sistem respons yang lebih cepat, terarah, dan mampu menjangkau titik-titik rawan kebakaran.
Melalui apel kesiapsiagaan ini, BPBD Minahasa Utara bersama Pemerintah Kecamatan Dimembe dan para relawan berharap sinergi dalam penanggulangan kebakaran semakin kuat. Kesiapan personel, koordinasi yang terarah, serta kepedulian masyarakat diharapkan dapat mendukung penanganan kebakaran secara cepat dan efektif.
Pemerintah juga mengharapkan masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan dan berperan aktif dalam upaya pencegahan. Dengan kesiapsiagaan yang dibangun secara bersama-sama, risiko meluasnya kebakaran di kawasan kaki Gunung Klabat diharapkan dapat diminimalkan demi menjaga keselamatan warga dan kelestarian lingkungan.