Scroll untuk baca artikel
ManadoMinahasa UtaraNews

Joune Ganda: 22 Negara di World Coconut Day 2026 Bukti Kelapa Sulut Diperhitungkan Dunia

6417
×

Joune Ganda: 22 Negara di World Coconut Day 2026 Bukti Kelapa Sulut Diperhitungkan Dunia

Sebarkan artikel ini

Manado, jendelasulut.com — Peringatan World Coconut Day 2026 di Manado, Sulawesi Utara, bukan sekadar seremoni tahunan. Kehadiran delegasi dari 22 negara dalam forum internasional itu menandai babak baru bagi komoditas kelapa: dari sekadar tanaman perkebunan daerah, kini menjadi perhatian dunia. Bagi Sulawesi Utara, dan khususnya Kabupaten Minahasa Utara, momentum ini dinilai sebagai angin segar yang dapat mendorong pengembangan kelapa secara lebih serius, terintegrasi, dan berdaya saing global. Kamis, 8 Oktober 2026.

Kegiatan yang dibuka Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Zulkifli Hasan tersebut turut dihadiri Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda. Usai acara, Joune menyatakan bahwa forum internasional itu memperlihatkan pengembangan kelapa tidak lagi sebatas agenda daerah maupun nasional, tetapi telah menjadi perhatian dunia.

Menurutnya, kelapa memiliki manfaat yang luas, mulai dari mendukung ketahanan pangan hingga membuka peluang pengembangan energi baru terbarukan melalui berbagai produk turunannya. “Pengembangan kelapa bukan hanya di Sulawesi Utara atau di Indonesia, tetapi juga di dunia. Kita tahu kelapa ini memiliki manfaat yang luar biasa, termasuk untuk mempertahankan dan meningkatkan ketahanan pangan,” kata Joune.

Ia menuturkan, sejumlah produk turunan kelapa juga berpotensi dikembangkan menjadi sumber energi baru terbarukan. Karena itu, Joune menilai World Coconut Day 2026 memiliki arti penting bagi Sulawesi Utara, terutama karena daerah ini menjadi salah satu sentra produksi kelapa di Indonesia.

Sulawesi Utara di Pusat Perhatian Dunia

Joune mengapresiasi penyelenggaraan World Coconut Day 2026 di Sulawesi Utara yang mempertemukan delegasi dari 22 negara. Menurut dia, kehadiran delegasi internasional tersebut sekaligus membuka ruang lebih besar bagi Sulawesi Utara untuk memperkenalkan potensi kelapa daerah kepada dunia.

“Ini sangat luar biasa, khususnya buat Sulawesi Utara. Kami sangat mengapresiasi karena bisa menghadirkan 22 negara dan beberapa peserta lainnya untuk melaksanakan kegiatan ini di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Menurut Joune, forum tersebut juga dapat memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai salah satu daerah penting dalam pengembangan komoditas kelapa nasional. Bagi Minahasa Utara, kata dia, momentum tersebut menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan kelapa karena daerah ini merupakan produsen kelapa terbesar kedua di Sulawesi Utara setelah Minahasa Selatan.

“Bagi Kabupaten Minahasa Utara ini juga merupakan suatu angin segar. Kita memiliki beberapa pabrik hilirisasi kelapa dan kita juga merupakan produsen nomor dua setelah Minahasa Selatan di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Pernyataan itu menegaskan bahwa Minahasa Utara tidak hanya memiliki areal produksi, tetapi juga mulai mengembangkan industri pengolahan kelapa. Kondisi tersebut menjadi modal penting agar petani tidak hanya bergantung pada penjualan kelapa sebagai bahan mentah. Dengan hilirisasi, nilai tambah kelapa dapat dinikmati lebih besar oleh daerah dan masyarakat.

Pemerintah Pusat Dorong Peremajaan dan Hilirisasi

Joune menilai pesan yang disampaikan Menko Pangan Zulkifli Hasan dalam World Coconut Day memberikan gambaran mengenai arah kebijakan pemerintah pusat terhadap komoditas kelapa. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peremajaan tanaman kelapa, pengembangan bibit unggul, hingga penguatan industri hilir.

Menurut Joune, kebijakan tersebut penting bagi daerah seperti Minahasa Utara yang memiliki basis petani kelapa cukup besar. “Ini menjadi penyemangat juga bagi para petani kelapa kita, bahwa perhatian dunia dan perhatian pemerintah pusat terhadap komoditas kelapa ini sangat penting,” jelasnya.

Ia mengatakan pemerintah pusat telah menunjukkan keseriusan untuk mengembangkan kelapa secara lebih terintegrasi. Mulai dari peremajaan tanaman, pengembangan kualitas bibit unggul, hingga pengembangan berbagai produk turunan kelapa dinilai akan menentukan masa depan komoditas tersebut.

“Dalam penyampaian Menko Pangan tadi, kita bisa mendapatkan gambaran bahwa pemerintah pusat akan bekerja keras untuk bisa mengembangkan tanaman kelapa ini, termasuk bagaimana proses peremajaan, kualitas-kualitas unggulnya dan komoditas turunannya,” kata Joune.

Bagi Minahasa Utara, agenda hilirisasi menjadi salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan nilai ekonomi kelapa. Joune bilang daerahnya tidak hanya memiliki areal produksi, tetapi juga mulai mengembangkan industri pengolahan kelapa. Dengan meningkatnya perhatian pemerintah dan pasar internasional, ia berharap mata rantai ekonomi kelapa dapat semakin panjang dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat.

Momentum yang Harus Berlanjut

World Coconut Day 2026 di Manado pun dinilai menjadi momentum untuk mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara dalam membahas masa depan komoditas kelapa. Forum ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga ruang dialog untuk memperkuat kerja sama lintas negara.

Joune berharap momentum internasional tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut dalam bentuk penguatan kerja sama, teknologi, pembibitan, peremajaan, dan hilirisasi kelapa. Menurutnya, kelapa memiliki rantai nilai yang panjang, mulai dari kebutuhan pangan, kosmetik, farmasi, hingga energi hijau. Jika dikelola serius, komoditas ini dapat menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Bagi publik Sulawesi Utara, kehadiran 22 negara di Manado menjadi sinyal bahwa kelapa tidak lagi dipandang sebelah mata. Dari kebun-kebun rakyat di Minahasa Utara hingga pabrik hilirisasi, masa depan kelapa kini berada di persimpangan penting: tetap menjadi komoditas tradisional, atau bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru yang mendunia. World Coconut Day 2026 menjadi titik awal yang jelas bahwa pilihan kedua semakin terbuka lebar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *